Home Literasi Rahasia Hidrologi Sang Pawitra: Membedah Karakteristik Mata Air di Kaki Gunung Penanggungan
Literasi

Rahasia Hidrologi Sang Pawitra: Membedah Karakteristik Mata Air di Kaki Gunung Penanggungan

Share
Share

Gunung Penanggungan, atau yang secara historis dikenal sebagai Gunung Pawitra (berarti “Air Suci”), bukan sekadar monumen arkeologi dengan ribuan situs pemujaan. Bagi para peneliti hidrogeologi, gunung api purba ini adalah laboratorium alam yang menyimpan sistem perpipaan alami yang kompleks. Di balik kemiringannya yang curam, tersimpan puluhan titik mata air yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di Mojokerto dan Pasuruan.

Struktur Geologi: Mesin Pengolah Air Alami

Secara ilmiah, dominasi mata air di kaki Gunung Penanggungan sangat dipengaruhi oleh litologi (jenis batuan) penyusunnya. Sebagai gunung api kuarter, Penanggungan tersusun atas perselingan lava, breksi, dan tuf.

Dalam riset akademik, fenomena munculnya air di sini dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama:

  1. Mata Air Kontak (Contact Springs): Ini adalah primadona di lereng Penanggungan. Air hujan yang meresap melalui batuan lava yang sangat sarang (permeabel) akan terhalang ketika bertemu dengan lapisan tuf atau tanah lempung yang kedap air (aquiclude). Akibatnya, air “terpaksa” keluar ke permukaan di titik pertemuan kedua lapisan tersebut.
  2. Mata Air Rekahan (Fracture Springs): Struktur geologi berupa kekar (retakan batuan) dan patahan yang terbentuk selama proses pendinginan lava masa lampau menjadi jalan tol bagi air tanah untuk mengalir dengan debit yang seringkali besar dan stabil.

Keajaiban Debit: Mengapa Jolotundo Tak Pernah Kering?

Salah satu objek riset yang paling menarik adalah Petirtaan Jolotundo. Secara hidrogeologi, kestabilan debit air di sini menunjukkan bahwa Gunung Penanggungan memiliki Akuifer Tertekan dan Akuifer Bebas yang sangat sehat.

Bagi peneliti, fenomena ini menunjukkan dua hal penting:

  • Catchment Area (Daerah Resapan) yang Luas: Vegetasi di bagian atas gunung masih mampu menjalankan fungsi infiltrasi dengan optimal.
  • Waktu Tinggal (Residence Time): Air yang keluar di kaki gunung hari ini kemungkinan besar adalah air hujan yang meresap bertahun-tahun lalu, yang telah mengalami proses filtrasi alami melalui pori-pori batuan andesit yang rapat.

Parameter Kimia: Jejak Mineral dalam Air

Riset akademik di kawasan ini seringkali menggunakan analisis Hidrogeokimia. Air di kaki Penanggungan umumnya memiliki karakteristik:

  • pH Netral hingga Sedikit Basa: Menunjukkan interaksi yang lama antara air dengan batuan beku.
  • Fasies Bikarbonat: Tipikal air tanah dalam sistem gunung api muda yang belum banyak tercemar oleh aktivitas antropogenik (manusia) di bagian hulu.

Gunung Penanggungan adalah contoh sempurna dari Sistem Hidrologi Gunung Api Terisolasi. Meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan Gunung Arjuno-Welirang di sebelahnya, Penanggungan memiliki kemandirian sistem akuifer yang luar biasa. Memahami jenis mata air di sini bukan hanya soal mencari sumber air, melainkan memahami bagaimana peradaban masa lalu (zaman Majapahit dan sebelumnya) sangat menghormati keseimbangan hidrologi demi keberlangsungan hidup.

Share
  • Head Office : Gayaman, Mojokerto Distric, Jawa timur Region- Indonesia. 61364
  • Phone Call:
  • Web:www. aliansiair.com
  • email : info@aliansiair.com