Home Slide Kearifan Lokal Melestarikan Sumber Mata Air
Slide

Kearifan Lokal Melestarikan Sumber Mata Air

Mojokerto memiliki kekayaan tradisi kearifan lokal yang kuat dalam menjaga kelestarian mata air, khususnya di kawasan lereng Gunung Penanggungan. Tradisi-tradisi ini menggabungkan nilai spiritual, budaya, dan ekologis, di mana air dianggap sebagai sumber kehidupan yang disucikan.

Share
Share

Mojokerto memiliki kekayaan tradisi kearifan lokal yang kuat dalam menjaga kelestarian mata air, khususnya di kawasan lereng Gunung Penanggungan. Tradisi-tradisi ini menggabungkan nilai spiritual, budaya, dan ekologis, di mana air dianggap sebagai sumber kehidupan yang disucikan.

Berikut adalah beberapa tradisi kearifan lokal dalam menjaga mata air di Mojokerto:

  • Ruwat Agung Patirtan Jolotundo: Tradisi ini berpusat di Petirtaan Jolotundo, Trawas. Ritual ini melibatkan penyatuan 33 sumber mata air dari berbagai penjuru Gunung Penanggungan. Filosofinya adalah menjaga kelestarian alam, menghormati warisan nenek moyang, dan memohon keberkahan Tuhan Yang Maha Esa agar debit air tetap terjaga.
  • Ritual Unduh Tirta/Unduh-Unduh Patirtaan: Dilakukan oleh masyarakat, salah satunya di Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, dan Paseban Agung. Ritual ini berupa pengambilan dan penyatuan air dari belasan mata air (seringkali 18-33 mata air) sebagai wujud syukur dan doa agar mata air tidak kering.
  • Mojotirto Festival: Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto ini merupakan wujud syukur atas limpahan air. Festival ini menonjolkan pelestarian lingkungan dengan memaknai keberadaan sungai dan sumber air di kota tersebut.
  • Selametan Sumber (Sedekah Sumber): Tradisi ini dilakukan warga, misalnya di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, sebagai wujud syukuran terhadap mata air. Tradisi ini seringkali disertai dengan pembersihan area sekitar sumber air secara gotong royong.
  • Penghormatan Situs Sakral (Tuk Serco): Masyarakat meyakini mata air seperti Sumber Buntung di Mojosari dan mata air di sekitar Jolotundo sebagai tempat sakral peninggalan Majapahit. Kepercayaan ini membuat warga menjaga kebersihan dan kesucian lokasi, tidak merusak pohon di sekitarnya, serta merawat struktur kuno.

Nilai-nilai Kearifan Lokal:

  1. Ekologis: Menjaga pohon besar di sekitar mata air untuk menjaga kelestarian sumber air (konservasi alam).
  2. Spiritual: Meyakini air memiliki khasiat dan energi, sehingga harus disucikan dan disyukuri.
  3. Sosial: Gotong royong dalam merawat sumber air dan jalan setapak di sekitarnya.

Tradisi-tradisi ini masih bertahan dan dilakukan rutin setiap tahun, mencerminkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam di Mojokerto.

Share
Related Articles
Slide

Konservasi air

Konservasi air adalah pengelolaan, perlindungan, dan penghematan sumber daya air secara bijaksana...

Slide

Krisis sumber mata air di Indonesia

Krisis sumber mata air di Indonesia kini bukan lagi sekadar prediksi masa...

  • Head Office : Gayaman, Mojokerto Distric, Jawa timur Region- Indonesia. 61364
  • Phone Call:
  • Web:www. aliansiair.com
  • email : info@aliansiair.com