Home Literasi Pranata Mangsa Tergerus Kerusakan Alam
Literasi

Pranata Mangsa Tergerus Kerusakan Alam

Share
Share

Di tengah gempuran teknologi satelit, kecerdasan buatan dan peringatan hari bumi, sistem penanggalan tradisional Jawa, Pranata Mangsa, tetap berdiri sebagai bukti kejeniusan leluhur dalam membaca semesta. Namun, warisan intelektual ini kini berada di titik nadir akibat kerusakan alam yang masif oleh aktivitas manusia.

Selama berabad-abad, petani di tanah Jawa tidak membutuhkan satelit canggih untuk menentukan masa tanam. Mereka cukup menengadah ke langit malam mencari rasi bintang Luku atau memperhatikan gerak-gerik burung . Namun kini, ilmu pengetahuan tradisional yang disebut Pranata Mangsa ini tengah berjuang melawan kekacauan iklim yang dipicu oleh kerusakan lingkungan.

Pranata Mangsa bukan sekadar mitos, melainkan sebuah metode observasi empiris yang sangat akurat. Selama berabad-abad, sistem ini menjadi kompas bagi petani dan nelayan di tanah Jawa. Kehebatannya terletak pada kemampuannya menyinkronkan siklus hidup manusia dengan ritme alam melalui tanda-tanda “titen” atau pengamatan fenomena alam yang presisi.

Dalam menanam padi misalnya pranata mangsa bisa jadi benteng hama alami dengan aturan tanam serentak, Pranata Mangsa memaksa siklus hidup hama seperti wereng dan tikus terputus. Saat panen raya tiba di Mangsa Kasapuluh (April), lahan dikosongkan secara bersamaan, sehingga hama kehilangan sumber makanan dan mati secara alami.

Beberapa pilar kekuatan Pranata Mangsa meliputi:

  • Akurasi Astronomis: Penggunaan rasi bintang seperti Luku (Orion) dan Banyak Angrem (Crux) untuk menentukan awal masa tanam.
  • Bio-Indikator: Memanfaatkan perilaku flora dan fauna, seperti munculnya serangga tertentu atau gugurnya daun, sebagai sinyal perubahan musim.
  • Mitigasi Hama: Dengan mengikuti jadwal tanam yang serentak sesuai aturan mangsa, siklus hidup hama dapat diputus secara alami tanpa ketergantungan pada pestisida kimia.
  • Ekonomi Keberlanjutan: Memastikan hasil panen melimpah dengan meminimalisir risiko gagal panen akibat salah perkiraan cuaca.

Ketika Alam Berhenti Beri Tanda

Ironisnya, ketangguhan Pranata Mangsa kini mulai goyah. Bukan karena ilmunya yang salah, melainkan karena “buku alam” yang dibaca telah robek akibat ulah manusia. Perusakan keseimbangan ekosistem telah menciptakan distorsi pada indikator alamiah yang selama ini menjadi acuan.

Upaya konservasi alam menjadi satu-satunya jalan agar kearifan lokal ini tetap relevan. Tanpa perbaikan lingkungan, ilmu pengetahuan tinggi dari leluhur Jawa ini terancam hanya akan menjadi catatan sejarah di museum. Ada beberapa kendala yang dihadapi saat ini sehingga pranata mangsa terus dilupakan, meliputi:

  • Anomali Iklim: Pemanasan global akibat emisi karbon menyebabkan musim hujan dan kemarau tidak lagi konsisten dengan kalender matahari tradisional.
  • Punahnya Indikator Hayati: Deforestasi dan pencemaran lingkungan membuat banyak hewan serta tumbuhan yang menjadi penanda musim (seperti burung migran atau bunga tertentu) mulai menghilang atau punah.
  • Betonisasi Lahan: Hilangnya lahan serapan air dan area hijau mengubah iklim mikro, sehingga suhu udara tidak lagi sinkron dengan perhitungan mangsa.
  • Erosi Budaya: Kurangnya regenerasi pengetahuan membuat generasi muda lebih memilih prediksi digital yang seringkali tidak relevan dengan kondisi tanah lokal di lapangan.

Krisis yang dialami Pranata Mangsa hari ini adalah alarm bagi kita semua. Jika manusia terus merusak hutan, deforestasi, polusi industri, pemanasan global, dan mengabaikan keseimbangan ekosistem, maka kearifan lokal yang telah menyelamatkan peradaban selama ribuan tahun ini akan kehilangan fungsinya.

Mempertahankan Pranata Mangsa bukan hanya soal menjaga tradisi, melainkan tentang memperbaiki hubungan manusia dengan alam agar tanda-tanda dari langit dan bumi kembali bisa dibaca dengan jernih.

 

 

Share
  • Head Office : Gayaman, Mojokerto Distric, Jawa timur Region- Indonesia. 61364
  • Phone Call: +62-813-3628-7857
  • Web:www. aliansiair.com
  • email : info@aliansiair.com