Di balik jernihnya pancaran sumber mata air pegunungan, seringkali kita melihat serangga ramping yang lincah meluncur di atas permukaan air. Masyarakat awam menyebutnya anggang-anggang (Gerridae). Namun, bagi para peneliti lingkungan, kehadiran serangga ini bukan sekadar pemandangan biasa, melainkan sertifikat alami bahwa air tersebut masih murni.
Anggang-anggang kini semakin dikenal sebagai bioindikator atau penanda hayati yang paling jujur dalam menilai kesehatan ekosistem perairan.
Keunikan utama anggang-anggang terletak pada kemampuannya menantang gravitasi. Kakinya dilengkapi dengan ribuan rambut mikroskopis yang disebut microsetae. Rambut-rambut ini memerangkap udara dan menciptakan efek hidrofobik (penolak air) yang sangat kuat. Bersama dengan tegangan permukaan air, bantalan udara ini membuat mereka bisa “berlari” hingga kecepatan 1,5 meter per detik tanpa tenggelam.
Mengapa Mereka Disebut Bioindikator?
Seorang ahli ekologi perairan menjelaskan bahwa anggang-anggang adalah makhluk yang sangat “pemilih”. Mereka hanya dapat bertahan hidup jika tegangan permukaan air tetap stabil.
“Begitu air tercemar oleh limbah rumah tangga seperti detergen, sabun, atau minyak, tegangan permukaan air akan pecah. Akibatnya, anggang-anggang tidak bisa lagi mengapung dan akan tenggelam,” ujarnya. Itulah sebabnya, hilangnya populasi anggang-anggang di sebuah sumber mata air menjadi peringatan dini bahwa air tersebut mulai terkontaminasi zat kimia berbahaya.
Selain sebagai detektor polusi, serangga ini adalah predator alami yang efisien. Mereka memangsa larva nyamuk dan serangga kecil yang terjebak di permukaan air. Dengan menjaga populasi nyamuk tetap rendah, anggang-anggang secara tidak langsung ikut menjaga kesehatan masyarakat di sekitar sumber air dari ancaman penyakit seperti demam berdarah.
Keberadaan anggang-anggang di sungai atau kolam di sekitar kita adalah tanda syukur bahwa alam masih menyediakan air bersih. Menjaga kebersihan sungai dari sampah plastik dan limbah kimia bukan hanya menyelamatkan si “penari air” ini, tetapi juga menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.
