Dalam rengka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Aliansi Air Majapawitra menggelar 4 kegiatan berturut-turut. Ke 4 kegiatan itu antara lain, tanam pohon, melepas liar bibit ikan, pelatihan pengelolaan sampah, dan saresehan tentang lingkungan hidup.
Ketua Aliansi Air Majapawitra, Didik Suharsono, mengatakan, 4 kegiatan itu dilakukan selama 3hari sejak Hari Minggu tanggal 8, 9, dan 11 Juni 2025. ‘’Kami bagi 4 kegiatan itu di 4 lokasi. Terakhir dikakukan saresehan tentang Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan Sumber Daya Air,’’ katanya.

Disebutkan, kegiatan Aliansi Air Majapawitra bersama anggota dan stakeholder ini sebagai salah sagtu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. ‘’Ini kegiatan bersama masyarakat, sebagai salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan,’’ tambahnya.
Didik menambahkan, untuk kegiatan tanam pohon dan bambu dilakukan di lereng Gunung Buthak di wilayah Trawas, dilakukan bersama WeHasta, BPDLH (Badan PENGELOLA Dana Lingkungan Hidup, Pemkab Mojokerto, Jaga Semesta, PT Multi Bintang. Program ini didukung ‘Beat Plastic Solution, World Environment Day, United Nations Environment Programme, dan 2025 Jeju Korea’.
Didik menambahkan peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan 4 kegiatan juga didukung oleh Pemkab Mojokerto, Perumdam Mojotirto, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Sopanusa, PT Multi Bintang Indonoesia, PT SAI, PT Cargill, PT Padi Indonesia Maju. Selain itu, juga didukung PT LNK, PPLH Seloliman, FKS, Elang Khatulistiwa, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, BPBD, Disway Mojokerto, PUPR, YBLL, BPDAS, Proyek Mewlafor, Nusantara Center, DPR RI.
Sedangkan pelatihan Bank Sampah sudah dilakukan bersama Wahana Edukasi Harapan Semesta. ‘’Kami mendukung program konservasi dan rehabilitasi lahan yang dilakukan teman-teman di Kabupaten Mojokerto,’’ tambahnya.

Didik menyebutkan, permasalahan mengenai lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Karena itu dia sangat berharap, semua pihak juga ikut terlibat dan makin peduli terhadap lingkungan, apalagi Kabupaten Mojokerto termasuk salah satu penyangga kebutuhan air di daerah sekitar Kabupaten Mojokerto.
Disebutkan, pengembangan potensi daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingungan. Kalau bisa, sahutnya, peningkatan ekonomi justru harus makin menjadikan lingkungan sehat, terjaga, dan aman.
‘’Saat ini sudah banyak contoh akibat alih fungsi lahan atau makin banyak penggunaan lahan yang kurang memperhatikan kondisi lingkungan,’’ paparnya.
Dia menuturkan, Kabupaten Mojokerto juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Karena itu dia berharap berbagai pihak yang terkait pariwisata juga ikut menjaga keberadaan lingkungan.
Tidak hanya sektor pariwisata, pengembangan sektor usaha lainnya juga harus memperhatikan kondisi lingkungan. ‘’Jangan sampai di satu wilayah sector ekonomi berkembang dengan peningkatan wisata, tapi di wilayah lain justru terkena dampak negatifnya,’’ paparnya.

Pengembangan pariwisata di kawasan pegunungan sepertti Trawas, Pacet, Jatirejo, jangan sampai menyebabkan daerah lain di di bawahnya menerima dampak negatifnya. Sudah beberapa kali terjadi banjir dan kekeringan di daerah hilir.